Ini Jadinya Jika 1.400 Parfume Dicampur Jadi Satu

ByStopper Perfume Center

Ini Jadinya Jika 1.400 Parfume Dicampur Jadi Satu

ini-jadinya-jika-1400-parfum-dicampur-jadi-satu
ini-jadinya-jika-1400-parfum-dicampur-jadi-satu4
ini-jadinya-jika-1400-parfum-dicampur-jadi-satu2

Dibuat oleh seniman asal Belanda, Lenert dan Sander, parfume bernama Everyrthing ini cukup unik. Pasalnya Everythin terbuat dari 1.400 sampel setiap wewangian baru yang diluncurkan tahun 2012.
Kira-kira baunya seperti apa ya ? Hampir setiap kita membuka majalah atau menyalakan TV, memang selalu ada aroma baru dari sebuah parfume yang dipromosikan.
Hal itulah yang membuat LEnert dan Sander terinspirasi untuk membuat parfume juga. Mereka menghabiskan waktu satu tahun untuk mengumpulkan 1.400 sempel wewangian yang diluncurkan pada tahun 2012. keduannya
lantas mencampurkan seluruh parfume tersebut ke dalam wadah berukuran 1,5 liter dan memberinya nama Everything.

Ketika ditanya seperti apa baunya, LEnert dan Sander membagikan pengalamanya ketika memakai parfume tersebut.

“seperti ketika kamu masuk ke sebuah mall. tetapi salah satu dari teman kami bilan baunya seperti parfume tertentu. Memang persepsi orang-orang bisa berbeda,” tutur keduanya, seperti yang dikutip dari odditycentral.

Meskipun demikian, Lenert menegaskan kalau everythinhg bukan parfume yang bisa disukai banyak orang hanya karena bahanya berasal dari campuran 1.400 wewangian.
“aku pernah pakai everything, lalu duduk di bis. Pria di sebelahku langsung bangkit dan duduk di tempat lain,” cerita Lenert

Lenert dan Sander oun menyajikan hasil jkaryanya pada 1-9 maret di toko Colette, Paris. MEreka menawrkan ‘ramuan gila’ tersebut pada orang-orang yang bersedia mencium aroam 1.400 parfume.

About the author

Stopper Perfume Center administrator

UD. STOPPER bergerak dibidang usaha Refill parfum fokus kepada kualitas berbasis standar parfum original. Dengan mengutamakan profesionalisme dan pelayanan terbaik menjadikan STOPPER sebagai salah satu usaha Refill parfum terbesar di wilayah 3 Cirebon. Kini STOPPER telah melebarkan sayap di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah.

%d bloggers like this: